Saat
ini Industri memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, karena dengan
adanya Industi kebutuhan kita mudah terpenuhi.Tetapi apabila peranan Industri
tidak dijaga dapat menimbulkan masalah,misalnya polusi. Setiap hari pabrik-pabrik memproduksi bahan polutan yang dapat mencemari lingkungan. Oleh
sebab itu, diperlukan suatu sistem pengolahan limbah agar tidak berbahaya bagi
kehidupan manusia.
Limbah
adalah sisa dari suatu usaha atau kegiatan manusia baik berupa padat, cair atau
gas yang tidak digunakan lagi. Limbah cair merupakan buangan cair yang tidak
dapat dimanfaatkan lagi. Kandungan dalam limbah cair tidak selalu berupa zat
cair,dapat juga terkandung gas dan padatan. Limbah cair industri merupakan
limbah cair yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan di suatu Industri.
Karakteristik limbah cair dari suatu
Industri umumnya dipengaruhi oleh:
1. Penggunaan air
2. Penggunaan bahan baku
3. Penggunaan bahan pendukung
4. Penggunaan energi
1. Penggunaan air
2. Penggunaan bahan baku
3. Penggunaan bahan pendukung
4. Penggunaan energi
Teknologi pengolahan air limbah
merupakan penyelesaian masalah untuk memelihara kelestarian lingkungan.
Teknologi tersebut harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat
umum. Berbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya
sudah dicoba dan dikembangkan. Teknik-teknik pengolahan air limbah terbagi
menjadi 3 metode pengolahan, yaitu :
1. Pengolahan secara fisika
2. Pengolahan secara kimia
3. Pengolahan secara biologi
1. Pengolahan secara fisika
2. Pengolahan secara kimia
3. Pengolahan secara biologi
Dalam proses pengolahan air limbah
secara biologis, keberadaan mikroorganiusme sangat berperan penting. Beberapa
mikroorganisme yang berperan, antara lain :
1. Bakteri
Berperan dalam degradasi senyawa organik dan dalam pembentukan flok.
2. Protozoa
Merupakan komponen yang paling banyak dalam lumpur aktif. Protozoa tersebut antara lain Sarcodina (Amoeba sp.), flagellata, dan cilliata (free swimming). Protozoa memakan senyawa-senyawa pencemar dalam limbah cair dan juga berperan dalam proses flokulasi.
3. Fungi
Tidak terdapat di lumpuraktif.
4. Filamentous bacteria
1. Bakteri
Berperan dalam degradasi senyawa organik dan dalam pembentukan flok.
2. Protozoa
Merupakan komponen yang paling banyak dalam lumpur aktif. Protozoa tersebut antara lain Sarcodina (Amoeba sp.), flagellata, dan cilliata (free swimming). Protozoa memakan senyawa-senyawa pencemar dalam limbah cair dan juga berperan dalam proses flokulasi.
3. Fungi
Tidak terdapat di lumpuraktif.
4. Filamentous bacteria
Setiap industri memiliki parameter
limbah yang berbeda, sehingga uji laboratorium parameter limbahnya pun berbeda
untuk masing-masing pabrik. Baku mutu suatu limbah diperlukan agar proses
pengolahan yang dijalani sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan, di
antaranya peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah setempat.
Dengan adanya baku mutu limbah, diharapkan hasil pengolahan limbah tersebut
tidak berdampak negatif bagi lingkungan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar